IKLAN. hantamo.com
scroll untuk melihat konten

Strategi Cross-Promosi antara TikTok dan Shopee

20/03/25

Di era digital yang semakin terintegrasi, kolaborasi antara platform media sosial dan e-commerce menjadi kunci kesuksesan bisnis. TikTok dan Shopee, dua raksasa di bidang masing-masing, terus memperkuat sinergi mereka melalui strategi cross-promosi yang inovatif. Pada tahun 2025, integrasi ini telah mencapai tingkat kedalaman baru, memanfaatkan teknologi AI, augmented reality (AR), dan analitik data real-time. Artikel ini akan membahas strategi terbaru untuk memaksimalkan potensi cross-promosi antara TikTok dan Shopee, termasuk tren terkini seperti live commerce, konten interaktif, dan personalisasi berbasis AI.

Strategi Cross-Promosi antara TikTok dan Shopee

Mengapa Cross-Promosi TikTok dan Shopee Penting di 2025?

Pada tahun 2025, pengguna TikTok di Asia Tenggara telah melebihi 650 juta, sementara Shopee mendominasi 63% pasar e-commerce regional. Kedua platform ini saling melengkapi: TikTok sebagai pusat kreativitas dan viralitas, serta Shopee sebagai tujuan akhir transaksi. Cross-promosi memungkinkan bisnis membangun alur pengguna yang mulus—dari penemuan konten hingga konversi. Menurut laporan Global Social Commerce Trends 2025, 78% pembeli generasi Z lebih memilih produk yang ditemukan melalui konten TikTok yang terintegrasi dengan Shopee.

Peran TikTok dalam Social Commerce

TikTok tidak hanya menjadi platform hiburan, tetapi juga gateway belanja. Fitur seperti TikTok Shop dan Live Shopping telah dioptimalkan untuk terhubung langsung dengan keranjang Shopee. Tren terkini menunjukkan peningkatan 40% konversi penjualan ketika konten TikTok menggunakan fitur tag produk yang mengarah ke halaman Shopee.

Shopee sebagai Pendorong Konversi Akhir

Shopee merespons dengan menghadirkan fitur Shopee Video dan In-App Challenges, yang mengadopsi model konten TikTok. Integrasi AI Shopee juga mampu menganalisis perilaku pengguna dari TikTok untuk menawarkan rekomendasi produk lebih personal.

Strategi Cross-Promosi Efektif antara TikTok dan Shopee

1. Optimalkan Live Commerce dengan Dual-Platform Streaming

Gunakan TikTok Live untuk memamerkan produk secara interaktif, sementara tautan Shopee Live ditampilkan di bio TikTok atau kolom komentar. Contoh strategi 2025:

  • Jadwalkan sesi Live di TikTok dan Shopee secara bersamaan dengan diskon eksklusif.
  • Gunakan fitur Split-Screen Live untuk menunjukkan testimoni pelanggan dari Shopee saat live di TikTok.
  • Manfaatkan data viewer TikTok untuk menargetkan ulang iklan di Shopee.

2. Viralkan Konten dengan Shopee-TikTok Hashtag Challenge

Buat tantangan hashtag khusus yang mendorong pengguna membuat konten menggunakan produk dari toko Shopee. Contoh kampanye sukses 2025:

  • #ShopeeFashionWeek: Pengguna TikTok membagikan video OOTD dengan produk fashion Shopee.
  • Hadiahkan koin Shopee atau voucher untuk partisipasi terbaik.
  • Integrasikan leaderboard real-time di halaman Shopee untuk meningkatkan engagement.

3. Manfaatkan Fitur Shoppable AR Filters

TikTok telah meluncurkan AR Commerce Filters yang memungkinkan pengguna "mencoba" produk virtual dan langsung diarahkan ke Shopee. Misalnya:

  • Filter AR untuk makeup atau aksesori yang terhubung dengan katalog Shopee.
  • Gamifikasi dengan filter interaktif (misal: kumpulkan koin virtual untuk ditukar voucher Shopee).

4. Bangun User-Generated Content (UGC) Berskala

Dorong pelanggan untuk membagikan pengalaman belanja Shopee di TikTok. Berikan insentif seperti:

  • Program affiliasi Shopee-TikTok dengan komisi per klik.
  • Giveaway untuk UGC dengan mention @tokoshopee dan hashtag khusus.

5. Analisis Data Cross-Platform untuk Personalisasi

Integrasi API TikTok-Shopee memungkinkan pelacakan perilaku pengguna di kedua platform. Manfaatkan ini untuk:

  • Mengidentifikasi konten TikTok yang mendorong kunjungan ke Shopee.
  • Menyusun paket produk berdasarkan preferensi yang terdeteksi di TikTok.

Tren Masa Depan: Cross-Promosi TikTok-Shopee Pasca-2025

Berdasarkan perkembangan teknologi, berikut prediksi strategi cross-promosi yang akan berkembang:

  • Metaverse Integration: Toko virtual di TikTok metaverse yang terhubung dengan inventory Shopee.
  • AI-Personalized Video Ads: Iklan TikTok yang dibuat otomatis berdasarkan riwayat belanja Shopee.
  • Voice Commerce: Pesan produk via voice command selama menonton konten TikTok.

Kesimpulan: Membangun Ekosistem Tanpa Batas

Cross-promosi antara TikTok dan Shopee di 2025 bukan sekadar berbagi audiens, tetapi menciptakan ekosistem di mana konten dan commerce saling memperkuat. Dengan memanfaatkan fitur terkini seperti live commerce dual-platform, AR shoppable filters, dan analitik terpadu, bisnis dapat mencapai tingkat engagement yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kunci suksesnya adalah konsistensi dalam menghasilkan konten viral sekaligus terukur secara konversi.


Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
share
facebook
©MarketingAmpuh.com. Jogja-Indonesia.