IKLAN. hantamo.com
scroll untuk melihat konten

Cara Membuat Story Highlight Instagram untuk Toko Shopee

20/03/25

Di era digital yang semakin kompetitif, Instagram Story Highlights menjadi alat penting untuk mempromosikan toko Shopee Anda. Fitur ini memungkinkan calon pembeli melihat konten promosi, testimoni, atau informasi produk kapan saja, tanpa terbatas waktu 24 jam seperti Stories biasa. Di tahun 2025, tren visual dan interaktivitas semakin dominan, sehingga mengoptimalkan Highlights bisa menjadi pembeda untuk meningkatkan konversi penjualan. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis membuat Story Highlight Instagram yang menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan toko online Anda.

Cara Membuat Story Highlight Instagram untuk Toko Shopee

Mengenal Fungsi dan Manfaat Story Highlight untuk Toko Shopee

Story Highlight Instagram adalah fitur yang menyimpan Stories Anda secara permanen di bagian profil. Bagi pemilik toko Shopee, ini adalah kesempatan untuk menonjolkan keunggulan produk, layanan, atau promosi secara strategis. Berikut manfaat utamanya:

  • Meningkatkan Kredibilitas: Testimoni pelanggan atau unboxing produk yang ditampilkan di Highlights bisa membangun kepercayaan calon pembeli.
  • Mempermudah Navigasi: Pengunjung profil bisa langsung menemukan kategori produk tertentu tanpa harus menggulir feed.
  • Memperkuat Branding: Desain ikon Highlights yang konsisten membantu memperkuat identitas visual merek.
  • Meningkatkan Konversi: Tautan ke produk Shopee atau halaman promo bisa diintegrasikan melalui fitur link di Stories.

Tren Story Highlight 2025 yang Harus Diketahui

Di tahun 2025, penggunaan augmented reality (AR), interaktivitas tinggi, dan personalisasi konten menjadi kunci. Contohnya:

  • Integrasi filter AR untuk menampilkan produk virtual di Highlights.
  • Tombol interaktif langsung ke halaman Shopee tanpa perlu swipe-up.
  • Animasi micro-interaction pada ikon Highlights untuk menarik perhatian.

Langkah-Langkah Membuat Story Highlight Instagram untuk Toko Shopee

1. Rencanakan Kategori yang Relevan

Pilih kategori berdasarkan kebutuhan audiens dan jenis produk. Contoh kategori populer untuk toko Shopee:

  • Produk Terbaru: Koleksi item baru atau pre-order.
  • Testimoni & Ulasan: Screenshot ulasan pelanggan dari Shopee.
  • Promo & Diskon: Informasi flash sale, voucher, atau bundle.
  • Cara Order: Tutorial pembelian via Shopee.
  • FAQ: Pertanyaan umum seputar pengiriman atau garansi.

2. Desain Ikon Highlights yang Menarik

Gunakan tools seperti Canva, Figma, atau AI-based design tools (misalnya Adobe Firefly 2025) untuk membuat ikon yang konsisten dengan branding toko. Tips desain 2025:

  • Pilih palet warna sesuai tema Shopee (oranye dan putih) atau identitas merek Anda.
  • Gunakan ikon sederhana dengan teks jelas agar mudah dikenali di layar mobile.
  • Tambahkan efek neon atau gradient untuk menyesuaikan tren visual tahun ini.

3. Buat Konten Story yang Interaktif

Optimalkan fitur Instagram Stories seperti polls, quizzes, atau countdown untuk meningkatkan engagement. Contoh konten:

  • Poll "Produk mana yang ingin kamu lihat diskonnya minggu ini?"
  • Countdown menuju flash sale di Shopee.
  • Quiz trivia dengan hadiah voucher Shopee.

4. Integrasikan dengan Fitur Shopee

Manfaatkan fitur terbaru Instagram-Shopee integration di tahun 2025:

  • Sematkan link produk Shopee langsung di Stories menggunakan fitur Product Tag.
  • Gunakan Instagram Shopping untuk menandai produk yang tersedia di Shopee.
  • Auto-redirect ke halaman promo Shopee melalui link bio yang terupdate.

5. Update Highlights Secara Berkala

Jangan biarkan Highlights stagnan. Lakukan update sesuai periode promo atau tren terkini. Contoh:

  • Ganti ikon "Promo Akhir Tahun" menjadi "Sale Ramadan" sesuai momen.
  • Hapus Stories yang sudah tidak relevan (misal: produk sold-out).
  • Tambahkan Highlight baru untuk kolaborasi atau produk limited edition.

Tips Optimisasi Tambahan untuk Maksimalkan Hasil

Gunakan Analitik untuk Evaluasi

Pantau performa Highlights melalui Instagram Insights atau tools pihak ketiga seperti Iconosquare 2025. Perhatikan metrik:

  • Jumlah penayangan (impressions) tiap Highlight.
  • Tap-forward rate (berapa banyak yang melewatkan konten).
  • Konversi dari link yang dibagikan.

Kolaborasi dengan Konten Creator

Ajak influencer atau content creator untuk membuat takeover Stories yang bisa disimpan di Highlights. Misalnya:

  • Unboxing produk oleh influencer.
  • Tutorial penggunaan oleh ahli.
  • Live session Q&A tentang produk.

Leverage User-Generated Content (UGC)

Repost konten pelanggan yang menggunakan produk Anda (dengan izin) ke Highlights. Beri hashtag khusus seperti #TokoABCdiShopee untuk memudahkan tracking.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Overload Kategori: Terlalu banyak Highlights justru membuat audiens bingung. Batasi maksimal 7-10 kategori.
  • Desain Tidak Responsif: Pastikan ikon dan teks tetap jelas di layar kecil.
  • Konten Usang: Update promo yang sudah kedaluwarsa untuk menghindari kekecewaan pelanggan.

Masa Depan Story Highlight: Adaptasi dengan Perubahan Platform

Pada tahun 2025, Instagram dikabarkan akan mengintegrasikan fitur AI untuk personalisasi Highlights. Misalnya, sistem akan otomatis mengelompokkan Stories berdasarkan konten atau interaksi pengguna. Untuk tetap kompetitif:

  • Eksperimen dengan fitur AI-generated content tools untuk desain ikon.
  • Manfaatkan data pelanggan untuk menyajikan konten Highlights yang hyper-personalized.
  • Pantau update reguler Instagram melalui blog resmi atau webinar.

Dengan menerapkan strategi di atas, Story Highlight Instagram tidak hanya menjadi etalase digital untuk toko Shopee Anda, tapi juga alat pemasaran yang dinamis dan berkelanjutan. Mulai dengan langkah kecil, konsisten dalam pembaruan, dan selalu uji coba pendekatan baru sesuai perkembangan tren!


Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
share
facebook
©MarketingAmpuh.com. Jogja-Indonesia.